Explore. Dream. Discover.

Memoar

memoar || rayyahidayat

Continue Reading..

Anak Bawang

Anak Bawang

Meski sudah lewat tiga hari, rasa lelahnya masih sedikit terasa. Pertandingan melawan Tim Mahardhika Putra siang itu lumayan menguras energi. Kami dipaksa bermain sampai set terakhir, setelah pada set pembuka kami kalah 25-20. Beruntung, kami bisa meraih angka pada set kedua dan keempat. Itu artinya, kedudukan kini imbang, 2-2. Pada set penentu, Tim Mahardhika Putra menurunkan pemain dengan kekuatan penuh. Kami pun berusaha memaksimalkan kemampuan yang ada, untuk memberi perlawanan yang berarti. Berkat kerjasama tim, akhirnya kami terlebih dahulu menyentuh angka 25, dua poin di atas tim lawan.

Podium teratas berhasil kami duduki. Menjadi pemenang baru dan melengserkan sang juara bertahan. Meski piala bergilir dan tropi berhasil kami bawa pulang, ada sedikit perasaan kecewa dalam hati saya. Saya hanya dijadikan libero pada pertandingan final itu. Kemampuan bermain tiap anggota tim rata-rata hampir sama. Sedang saya diuntungkan dengan postur yang lebih tinggi beberapa centimeter dari tiga kompatriot yang turun pada kompetisi antarfakultas itu.

Continue Reading..

Abnormalitas

Sabtu, di antara libur pemilu kemarin, budhe saya datang ke rumah abah. Ia meminta saya mengantarkan beliau ke tempat kerjanya di pinggiran kota. Bangunan di Jalan Kemuning itu adalah Sekolah Dasar yang dikelola oleh sebuah yayasan nonprofit. Laiknya SD pada umumnya, bangunan tersebut memiliki jumlah ruangan yang terdiri dari beberapa kelas, kantor guru, UKS, kantin, kamar kecil, dan area bermain, yang mengelilingi sebuah kolam kecil di tengahnya. Yang membedakan, adalah siswa-siswinya. Mereka adalah anak-anak dengan kebutuhan khusus. Ya, bangunan itu adalah Sekolah Dasar Luar Biasa atau SDLB.

Budhe, adalah satu dari sekian banyak relawan pengajar. Sejak enam tahun yang lalu, SD swasta itu telah meluluskan puluhan muridnya. Hari itu, budhe mengajak saya masuk ke kelas enam. Saya disuruh duduk di bangku kosong pojok kanan (atas?). Siswa yang berjumlah sebelas hadir semua. Kebetulan, mata pelajaran saat itu adalah pengembangan diri. Mereka yang hadir diberi tugas untuk menulis tentang cita-cita yang ingin mereka raih.

Continue Reading..

Kekuatan Itu Ada di Pagi Hari**

“Jika seorang hamba di pagi dan sore hari, tidak mempunyai keinginan apapun kecuali Allah SWT semata. Maka Allah akan memikul seluruh kebutuhannya. Allah akan memberikan semua yang menjadi keinginannya. Mengosongkan hatinya untuk cinta pada-Nya. Menjadikan lisannya berdzikir kepada-Nya. Menjadikan semua anggota tubuhnya memenuhi ketaatan pada-Nya” (Ibnul Qayyim)

Pagi yang menawan. Dingin, tapi menyejukkan. Semburat gradasi jingga membuat pola lukisan menakjubkan di ujung langit. Menggantikan warna kelam yang menyembunyikan keceriaan anak kecil. Dua partikel hidrogen merangkul satu partikel utama yang dihirup manusia. Bersenyawa, menjadi tetes embun yang melentikkan ujung-ujung daun bunga bakung.

Pagi itu begitu dingin. Nyaris menggumpalkan berliter-liter minyak kelapa yang disimpan nenek di dalam cendawan kaca. Tapi, tak sekalipun hawa dingin itu membekukan langkah orang-orang untuk merubah nasib. Anak belia yang bersegera berangkat ke sekolah. Lelaki-lelaki yang tak beralas kaki, berjalan menuju sawah dan ladang memenuhi panggilan jiwa. Para guru, dengan ilmu yang mereka miliki, siap memahat pikiran dan mengukir masa depan anak didiknya.

Continue Reading..

Mbah Suneri Jualan Lagi

Jalanan masih belum begitu ramai, ketika ia mulai melangkahkan kaki keluar rumah. Lampu-lampu penerang masih bekerja menggantikan matahari yang belum menggeliat. Hanya beberapa bus malam yang sekejap melintas mengaburkan nyanyian jangkrik dan belalang. Sesekali, dedaunan Bougainville mengibaskan tetes embun jenuh dari ujung-ujungnya.

Ia adalah Mbah Suneri. Perempuan usia hampir delapanpuluhan itu sudah siap menyambut hari. Jam setengah empat pagi. Dengan pakaiannya yang berlapis-lapis, ia berjalan kaki menuju pasar. Melintasi kampung-kampung, yang sebagian besar warganya masih terlelap dalam kehangatan selimut dan tidurnya yang panjang atas pelampiasan kelelahan kemarin. Kecuali orang-orang yang sudah terjaga untuk menyendiri bersama Tuhannya.

Continue Reading..