Meski sudah lewat tiga hari, rasa lelahnya masih sedikit terasa. Pertandingan melawan Tim Mahardhika Putra siang itu lumayan menguras energi. Kami dipaksa bermain sampai set terakhir, setelah pada set pembuka kami kalah 25-20. Beruntung, kami bisa meraih angka pada set kedua dan keempat. Itu artinya, kedudukan kini imbang, 2-2. Pada set penentu, Tim Mahardhika Putra menurunkan pemain dengan kekuatan penuh. Kami pun berusaha memaksimalkan kemampuan yang ada, untuk memberi perlawanan yang berarti. Berkat kerjasama tim, akhirnya kami terlebih dahulu menyentuh angka 25, dua poin di atas tim lawan.
Podium teratas berhasil kami duduki. Menjadi pemenang baru dan melengserkan sang juara bertahan. Meski piala bergilir dan tropi berhasil kami bawa pulang, ada sedikit perasaan kecewa dalam hati saya. Saya hanya dijadikan libero pada pertandingan final itu. Kemampuan bermain tiap anggota tim rata-rata hampir sama. Sedang saya diuntungkan dengan postur yang lebih tinggi beberapa centimeter dari tiga kompatriot yang turun pada kompetisi antarfakultas itu.





Recent Comments